Berbicara tentang pariwisata tentunya tak lepas dari wisatawan,
Disamping jumlah wisatawan yang makin meningkat, saat ini pun telah
terjadi perubahan consumers-behaviour pattern atau pola konsumsi dari
para wisatawan . Mereka tidak lagi terfokus hanya ingin santai dan
menikmati sun-sea and sand, saat ini pola konsumsi mulai berubah ke
jenis wisata yang lebih tinggi, yang meskipun tetap santai tetapi dengan
selera yang lebih meningkat yakni menikmati produk atau kreasi budaya
(culture) dan peninggalan sejarah (heritage) serta nature atau
eko-wisata dari suatu daerah atau negara.
Perubahan pola wisata ini perlu segera disikapi dengan berbagai strategi pengembangan produk pariwisata maupun promosi baik disisi pemerintah maupun swasta. Dari sisi pemerintahan perlu dilakukan perubahan skala prioritas kebijakan sehingga peran sebagai fasilitator dapat dioptimalkan untuk mengantisipasi hal ini. Disisi lain ada porsi kegiatan yang harus disiapkan dan dilaksanakan oleh swasta yang lebih mempunyai sense of business karena memang sifat kegiatannya berorientasi bisnis.Dan dengan diberlakukannya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah maka perlu pula porsi kegiatan untuk pemerintah daerah yang akibat adanya otonomi daerah lebih memiliki wewenang untuk mengembangkan pariwisata di Kepulauan Seribu pada umumnya. Secara sederhana pembagian upaya promosi misalnya akan dapat ditempuh langkah-langkah dimana untuk pemerintah pusat melakukan country-image promotion, daerah melakukan (Pulau Pramuka) destination promotion sesuai dengan keunggulan daerah masing-masing, sedangkan industri atau swasta melakukan product promotion masing-masing pelaku industri.
Suatu obyek pariwisata harus memenuhi tiga kriteria agar obyek tersebut diminati pengunjung, yaitu : Something to see (obyek wisata tersebut harus mempunyai sesuatu yang bisa di lihat atau di jadikan tontonan oleh pengunjung wisata) ; Something to do (wisatawan yang melakukan pariwisata di sana bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk memberikan perasaan senang, bahagia, relax berupa fasilitas rekreasi baik itu arena bermain ataupun tempat makan, terutama makanan khas dari tempat tersebut sehingga mampu membuat wisatawan lebih betah untuk tinggal di sana); dan Something to buy (fasilitas untuk wisatawan berbelanja yang pada umumnya adalah ciri khas atau icon dari daerah tersebut, sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh). Berkaitan dengan something to see diatas, adalah inisiatif warga masyarakat Pulau Pramuka untuk membuat landmark Tugu Elang di Pulau Pramuka.
.jpg)
.jpg)


